Pacar yang Sempurna

Pacar yang Sempurna

Lin sedang berada di stasiun kereta api.
Dia melihat temannya, Dika.
Rupanya, ia berjalan dengan seorang wanita.
LinHai, Dika!
DikaHai, Lin!
BungaHalo. Saya Bunga.
LinSalam kenal. Saya Lin.
BungaAku beli tiketnya dulu ya, Dika!
BungaSalam kenal ya, Lin!
Bunga pun pergi membeli tiket.
LinDia baik banget, deh!
DikaIya, dia memang baik orangnya.
LinCantik juga.
DikaEh? Iya sih.
LinDia pacar yang sempurna!
DikaPacar?? Bukan. Dia itu ibuku!
LinI- ibumu?
DikaHaha! Memang.
LinEh… keretaku sudah datang! Dadah, Dika!